
SUARAKEBENARAN–Perjalanan spritual nabi Muhammad ke Sidratul muntaha sebagai titik sempurnanya peradaban Manusia yang berkedaulatan dan berkeadilan dalam hubungan herizontal maupun vertical, antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah SWT dimana sejak itu sempurnalah Hak Azasi Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai hak dan kewajiban, ujar advokat senior Elvan Gomes pada media NSEAS (11/03/2021) dalam rangka peringatan Isra Miraj.
Ini harus disadari oleh setiap orang dan harus mampu melaksanakan dan mengakui Hak individu-individu dalam komunitas berbangsa dan bernegara, etensitas ini diakui oleh bangsa dan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ada pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tapi sayang hal tersebut digerogoti oleh Nekolim, dengan melakukan amandemen dan mengambil alih kedaulatan Rakyat melalui Treashold, serta melumpuhkan peradaban yang diciptakan pendiri bangsa, ujar Elvan Gomes yang juga menjabat Wakil Rektor III Universitas CoKroaminoto (YAPERTI).
Oleh karena itu tidak heran banyak peristiwa memalukan, sehingga Politik becah belah terjadi, Korupsi, serta kejahatan material merajalela mulai dari kelas kambing sampai White Collar Crime, dan oligarki merasa jumawa, inilah yang melahirkan pelanggaran HAM, dan tidak kepercayaan terhadap Hukum dan kekuasaan, ujar Elvan.
Karena itu Isra Miraj tahun ini sebagai titik balik bagi bangsa indonesia kembali ke Khitohnya yaitu sesuai yang diamanati oleh Undang-Undang Dasar 1945 asli sebelum amademen, jika bangsa indonesia hidup dalam Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur, pungkasnya.(ANW)
